Thursday, March 19, 2015

Aquascape



Apa itu Aquascape?


Aquascape merupakan seni menata tanaman aquatic, batu-batuan di dalam akuarium. Dalam kata lain, berkebun di bawah air. Dalam aquascape tanaman jadi fokus utamanya. Tapi banyak newbie yg baru masuk dalam hobi ini menjadikan ikan sebagai fokus utamanya. Walaupun tujuan utamanya adalah memberikan tempat tinggal yang berseni untuk ikan, tetapi penempatan tiap barang dalam aquarium juga butuh konsiderasi. Banyak faktor yang harus diseimbangkan agar dapat mengsukseskan aquascaping. Beberapa di antaranya adalah: kualitas filter, level carbon dioksida di air agar tumbuhan-tumbuhan di dalam akuarium masih dapat berfotosintesis, dan pencahayaan. Selain level carbon dioksida dalam air, tumbuhan juga butuh sinar matahari, untuk mensiasatinya kita menggunakan lampu. Lampu yang dipakai tidak boleh terlalu terang ataupun terlalu redup.

Aquascape adalah bentuk ekosistem laut skala kecil. Umumnnya setelah aquascape berjalan 2 bulan, ekosistem di dalamnya sudah mulai tercipta. Aquascape memiliki berbagai gaya, beberapa di antaranya adalah:
  • Dutch Style - gaya aquascaping ini berkembang di Belanda pada tahun 1930-an. Dutch Style merupakan gaya aquascaping yang memanfaatkan penataan tumbuhan-tumbuhan dengan berbagai warna daun, bentuk dan ukuran.
  • Japanese Style - gaya aquascaping ini diperkenalkan pertama kali pada tahun 1990-an oleh Takashi Amano. Japanese Style merupakan gaya aquascaping yang terkesan 'natural'. Komponennya sedikit, hanya mengunakan batu-batuan sebagai komponen utamanya (mungkin ditambahkan dengan sangat sedikit tumbuhan).
  • Jungle Style - berbeda dengan Dutch dan Japanese Style yang mempunyai gaya sendiri, Jungle Style merupakan gambungan dari kedua gaya tersebut. Jungle Style biasanya memiliki bahan hardscape serta memiliki sangat sedikit ruang terbuka.



Ada beberapa faktor yang utama dalam pembuatan aquascape. Walaupun begitu, faktor yang terpenting dalam aquascaping adalah imajinasi. Internet hanya dapat memberitahumu cara membuatnya, dan beberapa tips untuk membuatnya. Tetapi dengan cara pandangmu, dan juga imajinasi, ternyata itu tidak begitu sulit kok! Dalam aquascaping tidak ada aturan, jika kau merancang sesuatu, ciptakanlah! Dan jika kau tak suka dengan design yang anda buat, hancurkanlah dan bangun ulang kembali sebanyak yang kau inginkan hingga kau buat dirimu terkesan dengan hasil tanganmu sendiri itu.

Seperti yang ku bilang tadi, ada beberap faktor utama dalam pembuatan aquascape. Yaitu:
  1. Lighting / Pencahayaan - pengganti cahaya matahari untuk proses fotosintesis tumbuhan.
  2. Carbon Dioksida - CO2 penting untuk proses fotosintesis tumbuhan namun terlalu banyak CO2 membuat ikan sering mengambang di permukaan dan berpotensi mati.
  3. Nutrisi untuk Tanaman - tanaman butuh nutrisi untuk tumbuh.
  4. Filter - saringan untuk menjaga kualitas air.
  5. Suhu Air - antara 26-28 derajat celcius.
  6. Keasaman Air - pH idealnya adalah 7 (netral)
  7. Kandungan Mineral dalam Air - Ca, Mg, Sr, Fe, Mn, dll.
Sedangkan hal-hal yang harus di hindari adalah:
  • Frustasi, aku tau contoh-contoh aquarium di internet sangatlah bagus, tapi itu tidaklah mustahil. Bahan yang mereka pakai sama kok! Jadi wujudkan lah.
  • Menggunakan satu jenis tumbuhan, mungkin maksudmu untuk memberi tema, tapi akan terlihat membosankan.
  • Menggunakan tumbuhan berdaun besar, daun-daun besar membuat aquascape mu terkesan kecil. Gunakan tanaman berdaun kecil agar aquarium mu terlihat lebih luas dan lebih dalam.
  • Terlalu banyak komponen, yap itu keren memiliki aquarium dipenuhi berbagai macam tanaman, tapi itu tidak terlihat bagus. Pastikan ruang kosong dalam aquarium mu seimbang dengan ruang yang kau tanami tumbuhan. Nyatanya, aquarium dengan banyak ruang kosong terlihat keren, isi ruang itu dengan gerombolan ikan-ikan kecil.
Penyusunan warna-warna, rekomendasi ikan:
  • Warna merah dan oranye memberi kesan yang bagus pada aquascape mu. Tapi menaruh satu tumbuhan merah 'saja' dalam aquarium akan membuatnya menjadi fokus utama. Kita tak mau ikan-ikan kehilangan perhatiannya kan?
  • Macam-macam warna hijau akan memberikan kesan lebih natural pada aquarium.

Monday, February 2, 2015

Wadah Budi Daya Ikan

Berbagai macam wadah yang dapat digunakan untuk melakukan kegiatan budi daya ikan. Dengan memahami berbagai macam wadah, konstruksi, dan persiapan wadah budi daya yang akan digunakan maka dapat meningkatkan produktivitas dalam budi daya ikan.

a. Kolam

Kolam digunakan untuk membudidayakan ikan air tawar. Ada tiga sistem budi daya ikan yang bisa diterapkan di wadah ini.


1) Sistem tradisional atau ekstensif menggunakan kolam tanah yaitu kolam yang keseluruhan bagian kolamnya terbuat dari tanah.

2) Sistem semi intensif menggunakan kolam bagian dinding pematangnya terbuat dari tembok, sedangkan kolamnya terbuat dari tanah.

3) Sistem intensif menggunakan kolam yang keseluruhan bagian kolamnya terdiri dri tembok.
Untuk membuat kolam, tanah yang dijadikan kolam harus mampu menyimpan air sehingga kolam tiak bocor. Kolam yang dibuat bisa berbentuk persegi, persegi panjang, lingkaran, atau segitiga.


b. Bak


Jenis bak yang digunakan disesuaikan dengan skala produksi budi daya dan hampir sama dengan kolam. Bak dapat dikelompokkan menjadi bak pemijahan, penetasan, pemeliharaan, dan pemberontakan. Bak yang digunakan untuk melakukan pemijahan ikan biasanya terbuat dari beton atau fiber. sedangkan bak plastik untuk pemeliharaan ikan.

c. Akuarium

Akuarium dapat digunakan untuk budi daya ikan air tawar dan air laut pada proses pembenihan. Akuarium biasanya ditempatkan pada sebuah tempat dengan sisi yang transparan. Biasanya akuarium dijual di toko . Selain untuk budi daya akuarium juga berfungsi untuk hiasan ruangan . Akuarium umumnya diisi dengan berbagai jenis ikan dan tanaman air. Dalam akuarium terdapat beberapa komponen pendukung seperti berikut:

1) Pompa udara yaitu alat untuk memasukan udara ke dalam air akuarium melalui difuser sehingga udara terpecah menjadi gelembung-gelembung kecil yang dapat memperkaya kandungan oksigen dalam air. Alat ini berbentuk segiempat terbuat dari logam, Pada bagian belakang terpasang kabel listrik.

2) Filter akuarium berguna untuk menjaga kestabilan eksoistem dalam akuarium. Filter yang umum digunakan adalah filter atas dan filter talang yang mudah dalam pemakaian dan perawatannya. Biasanya filter jenis ini diisi dengan karbon aktif, kapar filter, dan spon yng berfungsi untuk menyaring air akuarium. Cara kerjanya dengan memompa air akuarium dengan pompa akuarium ke atas dan dialirkan melewati media filter agar air senantiasa berdih.

d. Keramba Jaring Apung


Bagi orang yang tidak memiliki lahan darat dalam bentuk kolam dapat melakukan budi daya ikan di perairan umum. Budi daya ikan dengan menggunakan keramba merupakan salah satu cara yang bisa digunakan. Hal ini mengingat Indonesia terdiri dari 70% wilayah perairan, baik air tawar maupun air laut.Dengan menggunakan wadah keramba dapat diterapkan beberapa sistem budi saya ikan, baik secara intensif, semi intensif maupun ekstensif. Hal ini disesuaikan dengan keinginan pembudidaya ikan tersebut.
Jenis wadah yang bisa digunakan dalam membudidayakan ikan dengan keramba antara lain keramba jaring terapungatau keramba bambu tradisional yang memiliki beberapa bentuk bergantung kebiasaan masyarakat sekitar. Teknologi budi daya dengan keramba ini dapat dikatakan cukup sederhana dan relatif tidak mahal karena dengan cara ini lahan daratan tak perlu dijadkan wadah air baru.



Retype by: Endrica D. Vallerine